Mahfud MD Sebut Pemerintah Usulkan Masa Kampanye Pilpres 2024 Diperpendek

- 27 September 2021, 21:34 WIB
Menkopolhukam sebut keputusan rapat internal usulan final Pemerintah terkait jadwal Pemilu jatuh pada 15 Mei 2021.
Menkopolhukam sebut keputusan rapat internal usulan final Pemerintah terkait jadwal Pemilu jatuh pada 15 Mei 2021. /YouTube Kemenko Polhukam RI/

MALANG TERKINI – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebut Pemerintah usulkan masa Kampanye Pilpres 2024 diperpendek.

Keterangan ini disampaikan berdasarkan hasil simulasi Pemilu dalam rapat internal finalisasi usul Pemerintah.

Finalisasi usul Pemerintah dilakukan bersama Presiden, Mensesneg, Mendagri, Menseskab, Menkumham, Panglima TNI – Polri, serta Kepala BIN.

Baca Juga: Kunjungi Lapas Kelas 1 Tangerang, Mahfud MD: Atas Nama Pemerintah Turut Berduka Cita

Usulan masa kampanye Pilpres 2024 diperpendek disampaikan dengan alasan efisiensi waktu dan anggaran.

Rapat internal finalisasi usulan Pemerintah ini juga termasuk dalam bahasan Pemilu Legislatif 2024.

Adapun berdasarkan jadwalnya, simulasi tersebut dilakukan pada 4 tanggal yakni 24 April, 6, 8 atau 15 Mei 2024.

Baca Juga: Jokowi Bakal Pecat PNS Tak Netral Saat Kampanye Pemilu, Hukuman Sesuai PP No 94 Tahun 2021

Namun Pemerintah akhirnya memilih agar tanggal 15 Mei ditetapkan sebagai tanggal yang akan diajukan ke KPU dan DPR.

Keterangan ini disampaikan oleh Mahfud MD dalam Youtube Menko Polhukam RI pada 27 September 2021.

Selain masa kampanye diperpendek, Mahfud MD juga menerangkan bahwa jarak antara pemungutan suara dengan pelantikan Presiden diusulkan dipersingkat.

Baca Juga: Kampanye Hari Perempuan Internasional 2021

Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan hari-hari besar nasional dan keagamaan, termasuk adanya antisipasi jika terjadi sengketa peradilan.

Mahfud MD menyebut bahwa upaya masa kampanye diperpendek untuk mendapatkan tanggal 15 Mei itu pada akhirnya tergantung keputusan KPU dan DPR.

Tanggal ini dianggap cukup rasional oleh Pemerintah mengingat jadwal 21 Februari yang diajukan KPU sebelumnya dirasa tidak pas.

Mahfud MD menyebut jadwal 21 Februari membuat masa tahapan Pemilu menjadi cukup panjang hingga 20 bulan.***

Editor: Gilang Rafiqa Sari


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah