Gunung Merapi Naik Level jadi Siaga, Ini Daerah yang Kemungkinan Terdampak

- 6 November 2020, 06:45 WIB
Gunung Merapi
Gunung Merapi /Pixabay/Aliko Sunawang

MALANG TERKINI - Gunung Merapi dilaporkan berstatus Siaga. Pengumuman in disampaikan oleh  BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi).

BPPTKG mengumumkan kondisi Gunung merapi terkini. melalui akun media sosial twitter dan konferensi pers online. Disebutkan terdapat peningkatan status aktivitas Gunung Merapi dari level waspada menjadi siaga.

Potensi ancaman dari gunung berapi saat ini mulai dari luncuran awan panas akibat runtuhnya kubah lava, maupun jatuhan material vulkanik hasil dari letusan.

Baca Juga: Hampir Pasti Akurat, Makhluk Misterius Ini Bisa Memprediksi Adanya Gempa dan Tsunami

Dilansir Malang Terkini dari pangandaran.com, berjudul Waspada Erupsi Merapi, Kini Naik Level Siaga, Berikut Daerah yang Diprediksi Bakal terdampak, unggahan informasi di twitter pada 5 November 2020 itu mendapat banyak sekali respon dari berbagai pihak

Unggahan tersebut juga menyebutkan data pemantauan dari hasil evaluasi aktivitas vulkanik kini berlanjut ke erupsi.

"Berdasarkan evaluasi data pemantauan, disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut  ke erupsi yang membahayakan penduduk," tulis siaran pers BPPTKG yang dikutip oleh PikiranRakyat-Pangandaran.com.

Baca Juga: Resmi Beredar di Indonesia, Ini Spesifikasi Realme Narzo 20 Pro

Lebih lanjut BPPTKG juga menyampaikan beberapa daerah yang akan terdapak bahaya erupsi tersebut diantaranya, Provinsi DIY yakni dan Provinsi Jawa Tengah.

Potensi bahaya letusan Gunung Merapi diperkirakan terjadi di 12 desa dan 30 dusun yang berada di empat kabupaten yaitu Sleman di DIY serta Magelang, Boyolali, dan Klaten di Jawa Tengah.

Selain dari pada itu, pihak BPPTKG juga menghimbau untuk tidak melakukan aktivitas penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, tidak melakukan kegiatan wisata bagi wisatawan, dan mememrintahkan kesiapan evakuasi setiap daerah yang akan terdampak jika sewaktu-waktu terjadi bencana akibat letusan Gunung Merapi.

Baca Juga: Karena Hal Sepele Ini Anggota Brimob Tega Banting Anak Kucing ke Parit, Netizen Geram!

Berdasarkan data BPPTKG Yogyakarta, aktivitas seismik Merapi mulai mengalami peningkatan sejak Oktober.

Hingga saat ini dengan kegempaan bisa mencapai 29 kali sehari, gempa fase banyak 272 kali, hembusan hingga 64 kali, dan penggembungan tubuh gunung mencapai sekitar 11 centimeter per hari yang condong terjadi di sisi barat.

"Status waspada ini sudah berlangsung cukup lama namun dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas kegempaan mengalami kenaikan yang cukup signifikan dan terjadi penggembungan tubuh gunung api sehingga status pun dinaikkan menjadi siaga,” kata Kepala  BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida di Yogyakarta, Kamis 5 November 2020.***(Imas Soliha/pangandaran.pikiran-rakyat.com)

Editor: Devi Ratnaning Ayu

Sumber: pangandaran pikiran rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x