Mitos di Filipina: Mengolesi Wajah dengan Darah Haid Dapat Mencegah Jerawat, Benarkah?

- 30 November 2021, 15:47 WIB
Ilustrasi - mitos di Filipina, darah haid bisa sembuhkan jerawat, benarkah?
Ilustrasi - mitos di Filipina, darah haid bisa sembuhkan jerawat, benarkah? /Pixabay/jmexclusives

MALANG TERKINI – Meskipun ada komunitas yang menghindari atau mempermalukan wanita saat haid, ada beberapa budaya yang memperlakukan haid dengan terhormat.

Darah haid bagi sebagian masyarakat awam dianggap sesuatu yang sakral, memiliki makna tertentu, bahkan diklaim sebagai obat.

Di Filipina, ada kepercayaan bahwa mengolesi wajah dengan darah haid sendiri dapat mencegah jerawat.

Baca Juga: Hikmah Larangan Shalat Bagi Perempuan Haid yang Wajib Diketahui

Banyak orang di Filipina masih melakukan ini. Saat mencuci pakaian dalam yang terkena noda haid, seorang penatua sengaja mengolesi wajah dengan darah haidnya.

Apakah itu tindakan bodoh? Bagi masyarakat Filipina itu tidak. Sebuah studi menemukan bahwa darah endometrium (alias darah menstruasi) mungkin memiliki sifat penyembuhan dan regeneratif.

Meskipun para ilmuwan belum mengkonfirmasi korelasi langsung, beberapa orang telah mencoba memasukkan darah menstruasi mereka ke dalam masker wajah untuk melihat apakah itu membuat perbedaan.

“Meskipun kami belum mengujinya, kami akan mengakui bahwa itu adalah ide yang menarik, bahkan jika itu hanya membuat Anda merasa sedikit tidak percaya,” kata salah satu warga.

Baca Juga: Kim Seon Ho Dikonfirmasi Tidak Hadir di Acara ‘2021 Asia Artist Awards’

Orang filipina menganggap tidak ada yang menjijikkan tentang darah menstruasi. Darah menstruasi yang sehat memiliki bau yang sangat sedikit dan tidak membahayakan.

Mitos di Filipina ini sebenarnya keliru. Karena tidak ada bukti kongkrit potensi pencegahan jerawat dengan darah haid.

Namun kalangan dokter di sana membiarkan tradisi itu berlaku. Mereka beralasan agar para wanita tidak menganggap darah haid sebagai sesuatu yang menjijikkan.

Baca Juga: Joget Tarian BTS, Seorang Tentara Korea Utara Ditangkap

Sebab di sebagian negara, ada masyarakat yang menganggap bahwa darah haid itu sebagai penyakit dan wanita yang haid harus dihindari.

Misalnya yang terjadi pada perempuan Ojibwe, Amerika. Mereka harus mengasingkan diri dari masyarakat selama haid di tempat yang dikenal sebagai pondok bulan.

Mereka harus menahan diri dari seks, mengikuti upacara, dan lain-lain. Untungnya, mereka dimanja dengan tidak perlu mempersiapkan makanan suami dan diberi istirahat dari tugas pengasuhan anak.

Baca Juga: Apakah Vaksin Covid-19 Berpengaruh Terhadap Siklus Haid? Simak Hasil Penelitian Ahli Medis!

Bahkan teman-temannya akan mampir untuk mengunjungi dan membawa makanan, memastikan wanita yang sedang haid itu aman dan senang.

Jadi, haid bukanlah hak yang harus yang dijauhi seperti pada masa jahiliyah. Tetapi agak tidak wajar jika haid dipercaya sebagai obat seperti jerawat.***

Editor: Anisa Alfi Nur Fadilah

Sumber: Blog Flexfits


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah