Uang Bansos PKH dan BPNT Dipotong Hingga Rp50 Ribu, Menteri Risma: Aduh Saya Tidak Mungut Apapun

- 29 Juli 2021, 20:03 WIB
Tri Rismaharini ungkap tak ambil uang sepersenpun dari BLT yang dibagikan
Tri Rismaharini ungkap tak ambil uang sepersenpun dari BLT yang dibagikan /Instagram/@tri_rismaharini_kemensos/

MALANG TERKINI – Bantuan untuk warga terdampak pandemi Covid-19, terutama dalam PPKM Level 4 ini telah mulai didistribusikan kepada para penerima.

Kementerian Sosial telah mendistribusikan beberapa jenis bantuan sosial kepada warga yang sudah terdata, seperti dalam program Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Tapi dalam implementasinya ternyata banyak disalahgunakan, penyelewengan, pungutan liar, hingga ketidaktepatan sasaran alias salah sasaran.

Baca Juga: Bansos untuk Pelaku Usaha Mikro dan Kecil dalam PPKM Level 4

Seperti dikutip Malang Terkini dari akun Instagram Menteri Sosial Tri Rismaharini @tri_rismaharini_kemensos pada 29 Juli 2021, yang mendapati adanya pemotongan bansos Rp50 ribu untuk setiap penerima PKH dan penerima BPNT.

“Ibu juga kalo dapet dipotong sama dia? Minta bayaran mereka? Berapa?,” demikian Risma bertanya kepada penerima bansos dalam sidaknya.

“Iya bu 50 ribu bu,” jawab ibu penerima bansos.

pBaca Juga: Pemberian Bansos Dalam Perpanjangan PPKM Level 4 untuk Masyarakat

Risma dan para staf kaget mendengar pernyataan ibu-ibu penerima bansos tadi.

“Banyak sekali 50 ribu. Untuk pendamping itu ya, uang apa namanya?,” tanya Risma lagi.

Risma menyuruh ibu-ibu penerima bansos ini untuk tidak takut dan berkata jujur.

“Enggak papa bu, jujur aja gak papa ibu,” tegas Risma.

Risma menyayangkan ulah oknum tersebut yang merugikan pihak Kementerian Sosial.

Baca Juga: Cegah Korupsi Penyaluran Bansos, Ini 3 Strategi Menteri Sosial

“Semua orang nuduh kami koruptor, padahal saya nggak mungut apapun. Tolong bantu kami,” kata Risma.

“Jadi kartu itu pegang dulu. Saya terima barang, saya gak mau nyerahkan kartu. Jangan dikasikan, kalo gini diatur sama dia,” ucap Risma.

Ibu-ibu penerima bansos menyatakan kalau PIN kartu bansos mereka ditulis di belakang kartu ATM, sehingga memudahkan petugas untuk melakukan kecurangan.

Risma menyarankan ibu-ibu untuk berani menolak dan tidak perlu khawatir.

Baca Juga: PKL Kota Malang Terima Bansos Rp300 Ribu Hari Ini 10 Juli 2021 di Kelurahan dan Kecamatan Setempat

Risma juga menyarankan untuk menulis surat kepada Kementerian Sosial kalau ada kecurangan dari petugas dan berjanji akan memecat oknum petugas yang tidak bertanggung jawab.

Risma menegaskan bahwa sepanjang dirinya jadi menteri, dia menjamin bantuan akan disalurkan kepada yang berhak menerima.

Masyarakat dapat melaporkan kecurangan penerimaan bansos dengan dua cara. Pertama melalui nomor WhatsApp 08111022210 dan kedua melalui email ke [email protected].***

Editor: Gilang Rafiqa Sari

Sumber: Instagram @tri_rismaharini_kemensos


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x