Susul Jepang, Giliran Italia Alami Krisis Angka Kelahiran

- 11 Mei 2023, 20:20 WIB
Krisis kelahiran di Italia, dalam 30 tahun ke depan akan sebabkan kehilangan 2 juta anak muda di negaranya
Krisis kelahiran di Italia, dalam 30 tahun ke depan akan sebabkan kehilangan 2 juta anak muda di negaranya / // Pexels/ pixabay

MALANG TERKINI – Menteri Pendidikan Italia mengatakan pada hari Kamis, 11 Mei 2023 bahwa populasi sekolah di Italia diperkirakan akan menyusut sebanyak satu juta jiwa dalam satu dekade mendatang, karena angka kelahiran yang turun secara terus menerus di negara tersebut.

Biro statistik nasional ISTAT mengatakan kelahiran di Italia turun ke level terendah dalam sejarah, yakni di bawah 400.000 pada tahun 2022, penurunan ke-14 berturut-turut, dengan populasi keseluruhan menurun sekitar 179.000 jiwa, yakni menjadi 58,85 juta kelahiran.

Tingkat populasi yang menyusut dan menua di Negeri Sepatu Boots, telah menjadi kekhawatiran utama bagi negara terbesar ketiga di zona euro ini.

Baca Juga: Apa Itu Sifilis? Ketahui 5 Fakta tentang Penyakit yang sedang Melonjak Hingga 70 Persen di Indonesia

Diketahui bahwa, jika populasi menyusut maka akan menyebabkan penurunan produktivitas ekonomi dan biaya kesejahteraan akan menjadi lebih tinggi, di negara dengan tagihan pensiun tertinggi yang masuk dalam salah satu dari 38 negara anggota Organisation for Economic Cooperation and Development, yaitu suatu organisasi kerjasama di bidang ekonomi dan pembangunan.

Diperkirakan angka siswa yang masuk sekolah menurun 12.000 setiap tahun

Dilansir Malang Terkini dari Channel News Asia, pemerintah Perdana Menteri Giorgia Meloni telah menjadikan masalah ini sebagai prioritas sejak mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu. Sebelumnya ia telah berjanji untuk memberikan dukungan kepada setiap keluarga agar meningkatkan angka kelahiran.

Menteri Pendidikan Giuseppe Valditara mengatakan bahwa jumlah murid akan turun menjadi 6 juta pada tahun akademik 2033 dan 2034, dari 7,4 juta siswa pada tahun 2021, dengan 110.000 hingga 120.000 lebih sedikit siswa yang memasuki ruang kelas setiap tahun.

Menteri mengatakan bahwa skenario ini akan sangat mengkhawatirkan, karena Italia sudah harus siap menghadapi ‘musim dingin’ demografis di negaranya.

Baca Juga: 7 Tanda Banyak Orang Mendoakan Hal Baik Untukmu

Halaman:

Editor: Niken Astuti Olivia


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah